Home > Kesehatan > Endocarditis

Endocarditis

Infective Endocardisitis (IE) adalah penyakit yang disebabkan infeksi jantung oleh bakteri dan fungi. Penyakit tersebut tergolong penyakit langka, sekitar 6 dari 100.000 orang. Meskipun demikian penyakit tersebut dapat menyerang bayi, balita, anak-anak, hingga lansia. Tingkat kematian mencapai 40%. Dewasa ini telah dikembangkan beberapa teknik dalam mendiagnosa dan mengobati endocardisitis, diantaranya melalui pembedahan dan terapi antibiotik. Namun mencegah endocardisitis dengan pola hidup sehat jauh lebih diutamakan.

Gambar 1. Nodul pada katup jantung.

Endokardisitis dimulai dengan masuknya bakteri atau fungi melalui sistem peredaran darah. Bakteri dan fungi penyebab endokardisitis masuk ke dalam tubuh melalui banyak cara, seperti gigi berlubang, mulut, dan luka yang tak terawat. Melalui lubang-lubang tersebut bakteri atau fungi mencapai jantung melalui aliran darah. Bakteri atau fungi tersebut, cepat atau lambat, akan mencapai jantung dan membuat koloni di katup jantung. Secara morfologi, katup jantung yang telah terinfeksi ditumbuhi nodul-nodul. Nodul itu sendiri sebenarnya merupakan massa dari bakteri atau fungi yang dilapisi oleh benang fibrin, sel darah, dan keping darah. Pertumbuhan nodul-nodul tersebut mengarah pada disfungsi katup jantung.  Selain pada katup jantung, pertumbuhan nodul dapat terjadi di aorta, arteri pulmonalis, dan duktus arteriosus.

Gejala yang muncul pada penderita endokardisitis bergantung dari mikroorganisme yang menjadi penyebab endokardisitis. Gejala-gejala tersebut seperti demam, sesak napas, kelelahan, endema, dan wajah pucat. Berdasarkan penyebabnya endocardisitis dibagi menjadi 4 jenis, yaitu right-sided IE, Prosthetic Valve Endocarditis (PVE), fungal IE, dan kultur negatif IE. Endokarditis dapat menyebabkan ledakan tekanan darah. Lonjakan tersebut akan memicu pembengkakan di berbagai macam organ, seperti ginjal, limpa, otak, dan liver.

Right-sided IE ditandai dengan infeksi pada katup trikuspidalis, pembengkakan paru-paru, dan radang selaput pleura (Ramsdale 2006: 28). Staphylococcus aureus merupakan penyebab umum dari right-sided IE, S. aureus menginvasi melalui prosedur operasi jantung yang tidak steril. Selain S. aureus, kelompok Enterococci, yang masuk melalui sistem genitourinaria, menjadi  penyebab kedua dari right-sided IE (Brusch 2011: 2). Prostetic Valve Endocardisitis (PVE), terjadi sebanyak 5-15 % kasus IE ditandai dengan pembengkakan disekitar katup prostetik. Penyebab utama ialah prosedur operasi yang tidak steril ketika pemasangan katup prostetik sehingga menyebabkan S. aureus dan S. epidermidis menginvasi. Invasi tersebut akan diikuti oleh infeksi baketeri gram-negatif dan fungi (Ramsdale 2006: 32). Mayoritas kasus fungal IE disebabkan oleh infeksi Aspergillus dan Candida. Demam, perubahan detak jantung dan pertumbuhan nodul pada otak, ginjal, dan lambung menjadi gejala umum fungal IE. Mendiagnosa fungal IE melalui darah umumnya menghasilkan hasil negatif kecuali pada infeksi Candida, metode paling tepat ialah dengan mengisolasi sedikit bagian emboli dan memeriksa keberadaan hifa. Nodul yang terbentuk besar (1-3 cm) menjadikan fungal IE sangat mematikan (Ramsdale 2006: 32). Kultur negatif IE disebabkan oleh mikroorganisme yang bukan merupakan penyebab umum IE atau disebabkan oleh mikroorganisme penyebab IE, namun penderita telah menerima antibiotik yang mencegah mikroorganisme tersebut tumbuh. Kultur negatif IE tidak dapat dideteksi dengan pemeriksaan darah, tetapi dengan uji serologi,uji mikroimmunofluresens, dan uji materi genetik (Ramsdale 2006: 36-38).

Secara umum, teknik diagnosa IE dibagi menjadi dua tipe: teknik histologi dan teknik molecular. Teknik histologi berkaitan dengan pewarnaan jaringan dan pendeteksian antibody. Giemsa dan akridin jingga digunakan untuk mendeteksi bakteri secara umum, Gram-stain digunakan untuk mendeteksi tipe gram bakteri, Sciff dan Gorcot-Gomori digunakan untuk mendeteksi fungi. Selain pewarnaan jaringan, digunakan pula enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) dan enzyme-linked immunoflourescent assay (ELIFA) untuk mengetahui reaksi sistem imun, sehingga mikroorganisme dapat diidentifikasi berdasarkan antibodi yang terbentuk (Ramsdale 2006: 71).

Isolasi jaringan dan kultur mikroorganisme di medium tidak selalu dapat dilakukan pada penderita IE. Oleh karena itu, teknik molekular dapat digunakan untuk mendeteksi penyebab IE berdasarkan hasil sekuens gen 16S rRNA (bakteri) dan 18S-23S rRNA (fungi). Karena Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan inti dari diagnosa IE dengan teknik molekular, dibutuhkan primer untuk mengamplifikasi gen target. Primer universal atau primer spectrum luas dapat digunakan (Ramsdale 2006: 71).

Proses teknik molekular dimulai dengan mengumpulkan spesimen; darah atau jaringan. Ekstraksi DNA spesimen menggunakan prosedur standar. Apabila ekstrak DNA telah didapatkan, sebagian kecil ekstrak ditambahkan primer, Taq polymerase, akudes, dan PCR buffer. Setelah di amplifikasi, dilakukan proses sequencing untuk mendapatkan info mengenai pembacaan gen. Data gen yang telah terbaca selanjutnya dicocokan dengan data dari GeneBank (Ramsdale 2006: 73).

Penisilin,terkadang dikombinasikan dengan gentamisin, merupakan terapi antibiotik utama bagi penderita endocardisitis. Untuk penderita yang memilki alergi terhadap penisilin, vancomisin digunakan sebagai pengganti. Kombinasi lain seperi rosepin dan gentamisin selama 4 minggu terbukti berhasil. Namun, berdasarkan hasil penelitian, 24% pasien endocarditis harus menjalani pembedahan setelah 1-5 minggu sejak pemberian antibiotik pertama (Keys 2011: 6-7).

DAFTAR ACUAN

Brusch, J.L. 2011. Infective Endocarditis. 8 hlm. http://emedicine.medscape.com/article/216650-overview, 16 Oktober 2011, pk.06.06 WIB.

Keys, T.F. 2011. Infective Endocarditis.23 hlm. http://www.clevelandclinicmeded.com/medicalpubs/diseasemanagement/infectious-disease/infective-endocarditis/,16 Oktober 2011, pk. 8.56 WIB.

Ramsdale, David. 2006. Infective Endocarditis. Springer-Verlag, London: xiii + 147 hlm.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: