Home > Genetika > Sifat Multifaktorial

Sifat Multifaktorial

Sifat terekspresi, dalam bahasa genetika dikenal dengan fenotip, merupakan gabungan antara gen dan faktor lingkungan. Beberapa orang menambahkan pengalaman (experience) sebagai faktor yang memengaruhi fenotip. Namun, tidak semua fenotip dipengaruhi oleh gabungan gen dan lingkungan. Beberapa fenotip seperti warna mata hanya dipengaruhi beberapa gen, sedangkan beberapa yang lain dipengaruhi oleh satu gen saja. Hal tersebut tentu memengaruhi pewarisan sifat-sifat tersebut, sehingga fenotip dibagi menjadi sifat mendelian (satu gen), sifat poligenik (beberapa gen), dan sifat multifaktorial (satu atau beberapa gen dipengaruhi lingkungan).

Sifat mendelian sangat jarang ditemukan pada manusia, namun salah satu contoh dari sifat mendelian ialah kemampuan menbaui hidrogen sianida. Pewarisan sifat mendelian mengikuti hukum Mendel 1. Beberapa sifat yang dahulu diduga mendelian ialah warna mata, yang ternyata dipengaruhi oleh beberapa gen (poligenik). Warna mata diatur oleh tiga jenis gen warna; biru, coklat, dan abu. Warna biru hanya dapat terekspresi jika tidak terdapat pengkode warna lain pada genotip seseorang. Sedangkan warna abu tertutup oleh warna coklat. Pewarisan dari sifat poligenik mengikuti hukum Mendel 1 namun dengan kalkulasi yang lebih rumit. Hal tersebut karena tiap gen saling berinteraksi dalam ekspresi.

Kebanyakan dari fenotip manusia merupakan sifat multifaktorial karena lingkungan berpengaruh dalam ekspresinya. Ekspresi dari gen tersebut pun bersifat aditif atau bergradasi, bukan ekspresi ada-atau-tidak. Sebagai contoh sederhana ialah warna kulit. Warna kulit merupakan dampak dari kandungan melanin dalam kulit. Produksi melanin merupakan respon tubuh terhadap radiasi matahari mengingat melanin berfungsi melindungi sel kulit. Sehingga terdapat beberapa orang kulit putih yang memiliki nada kulit yang kecoklatan setelah berjemur. Tingkat warna coklat kulit pun berbeda-beda bergantung dari sebarapa lama orang tersebut berjemur atau sebarapa banyak gen pengkode melanin di dalam genotip seseorang.

Pewarisan sifat multifaktorial sulit untuk diprediksi dengan hukum Mendel, sehingga disusun metode lain untuk menduga sifat tersebut. Metode-metode tersebut ialah empiric risk, adopted child studies, twin studies, dan heritability.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: