Home > Mikroorganisme > Ribosom

Ribosom

Penemuan ribosom diplopori oleh G. Garnier yang melaporkan bahwa sel kelenjar eksokrin mengandung komponen basofil yang banyak. Substansi ini diwarnai dengan pewarnaan basa. Kemudian Garnier member nama substansi tersebut ergastoplasma atau cairan kerja. Ergastoplasma sering dijumpai pasda sel – sel dengan tingkat metabolisme tinggi. Dengan penemuan mikroskop electron, para ilmuwan mendapati bahwa ergatoplasma merupakan sejumlah granula dengan ukuran 20 nm dan sering ditemukan di membran reticulum endoplasma.
Ribosom merupakan organel sel yang berperan dalam sintesis protein. Keabnormalan pada ribosom mengakibatkan dampak serius pada pembentukan enzim hingga organ. Dengan diameter 20 -25 nm membuat ribosom tidak tampak pada mikroskop cahaya. Ribosom sendiri merupakan bentuk lain dari RNA yang digulung oleh suatu protein. Dengan mikroskop electron, ribosom tampak terdiri dari dua sub unit yang memiliki perbedaan ukuran, yang biasa disebut sub unit kecil dan sub unit besar. Ribosom pada organism eukariot memiliki sub unit besar dengan dimensi 11,5 x 14 x 23 nm dan sub unit kecil berdimensi 20 nm. Pada prokariot, sub unit besar berdimensi 15 x 20 x 20 nm dan sub unit kecil 6 x 20 x 22 nm.
Terdapat tiga jenis ribosom dalam sel :
1. Ribosom bebas, ribosom ini terdapat di sitoplasma dan memiliki fungsi membuat beberapa protein plastid dan mitokondria ( yang tidak diproduksi oleh organel tersebut), semua protein yang berikatan dengan nucleus dan badan mikro, protein yang ditujukan untuk permukaan dalam membrane plasma dan protein yang berakhir di sitoplasma.
2. Ribosom yang terikat di mitokondria, berfungsi mesekresikan protein, menyusun protein membrane yang berada di permukaan medium ekstraseluler, protein lisosom, dan protein yang berada dalam badan golgi.
3. Ribosom mtikondria dan ribosom plastid, berfungsi menyusun protein yang dikode oleh genom organel tersebut.

Daftar Pustaka
Diktat Biologi Sel, FMIPA UI

Daftar Gambar
http://www.mb.au.dk/

  1. June 19, 2010 at 7:52 pm

    Terima kasih atas penjelasannya…
    Mau nanya ya…bagaimana dengan mekanisme biosintesis protein di dalam ribosom???
    Jadi, ribosom tuh kecil atau besar hayo…???

    • pawzee
      June 23, 2010 at 5:15 pm

      mekanisme biosintesis ribosom itu agak rumit, begini mRNA akan berikatan dengan suatu “situs” di ribosom. Nah setelah berikatan dengan ribosom, suatu protein khusus akan menarik tRNA untuk berikatan dengan mRNA melalui situs A di ribosom. setiap tRNA membawa satu asam amino. Setelah basa di mRNA berikatan dengan tRNA yang merupakan komplemennya, ribosom akan melanjutkan penerjemahan ke basa selanjutnya, tRNA yang sebelumnya kan bergeser ke situs P, dilanjutkan dengan didatangkannya tRNA yang lain dan berikatan dengan mRNA di situs A, kemudian tRNA di situs P akan mengikatkan asam aminonya pada asam amino yang terdapat pada tRNA di situs A, begitu seterusnya,
      mungkin agak membingungkan kalau cuma baca, untuk lebih jelasnya bisa lihat animasinya di
      Sintesis Protein
      Sejauh penegetahuan saya ribosom itu organel terkecil di dalam sel,

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: